Lokasi museum Islam Samudera Pasai tersebut
berjarak sekitar 300 meter dari kompleks makam Sultan Malikussaleh
sebelah timur Kota Lhokseumawe. Sultan Malikussaleh adalah pendiri
Kerajaan Islam Samudra Pasai dan masuknya pertama di bumi serambi mekah yang terkenal dengan syariat Islam sampai saat ini.
Bangunan museum Islam Samudra Pasai berdiri kokoh di tengah sawah masyarakat
yang belum selesai sampai saat ini kalau di lihat dari jauh begitu indah
walaupun belum sempurna di kerjakan oleh pemerintah aceh utara.
Selain itu, keberadaan museum Islam Samudra Pasai tersebut sebagai upaya melestarikan
sejarah islam dan peninggalan arkeologis kerjaan Samudera Pasai. Selain
bangunan monumen, di lokasi Desa Beuringen Kecamatan Samudera kabupaten
Aceh Utara, juga dibangun museum Islam Samudera Pasai. Museum
tersebut nantinya akan menyimpan benda-benda peninggalan kerajaan
samudera pasai, yang ditemukan masyarakat maupun melalui penelitian.
Beberapa bukti yang menunjukkan bahwa Kerajaan Samudra Pasai pernah
berkuasa pada masa itu di abad ke-13 adalah dengan adanya beberapa kuburan tokoh-tokoh
penting yang pernah memerintah pada masa Kerajaan Samudera Pasai,
seperti kuburan Malikussaleh, Ratu Nahrisyah dan lain-lain.
Maliku.
Museum Islam Samudra Pasai di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera,Aceh Utara sebelah timur Kota Lhokseumawe untuk sementara terhenti.
Semoga artikel Museum Islam Samudra Pasai bisa bermanfaat bagi kita semua... Amin... !!! baca juga makalah tentang peradaban islam pada masa turki modern.
0 komentar:
Posting Komentar